Wednesday, May 16, 2012

Blackberry Memasuki Masa Suram, Penetrasi Ke Indonesia

Popularitas smartphone BlackBerry memasuki masa buram. Di Amerika dan Eropa, misalnya, pengguna ponsel cerdas buatan RIM ini mulai beralih ke ponsel Android dan iPhone. Fenomena yang sama juga mulai terjadi di Tanah Air. Chief Marketing Officer Axis, Daniel Horan, mengatakan pertumbuhan pengguna BlackBerry sudah mulai melambat. source


Simple. Personal. Real Time Messaging


Bahkan di kampung halamannya sendiri, pengguna blackberry tergusur oleh os android dan iphone.
Tahun lalu merupakan tahun yang kelam bagi Research In Motion (RIM), mulai dari matinya layanan BlackBerry selama beberapa hari hingga PlayBook yang tidak laku. Pada awal tahun 2012, sekali lagi, perusahaan yang berbasis di Kanada ini mendapatkan tamparan keras.  
Dikutip dari PC Mag, Minggu, 25 Maret 2012, yang mengutip laporan Bloomberg, pengiriman smartphone BlackBerry di kampung halaman RIM, Kanada, untuk pertama kalinya disalip iPhone. 
Laporan ini berdasarkan survei International Data Corporation (IDC) bahwa RIM mengirimkan 2,08 juta unit BlackBerry selama tahun lalu, sedangkan Apple mengirimkan 2,85 juta unit iPhone. 
Sementara itu, secara agregat, Android masih masih menjadi jawara di Kanada, meskipun posisi ini terbagi dalam berbagai handset berbeda yang memakai sistem operasi ini. source
Kenyataan diatas tidak menyurutkan langkah RIM untuk ekspansi besar-besaran ke Indonesia, meski mereka lebih memilih Malaysia dan Singapura dan jelas menolak mendirikan pabrik dan server BB di Indonesia:
"Hanya saja menurut saya hal itu cuma alasan. Sebab jika memang niat hal itu (pembangunan server BlackBerry di Indonesia-red.) bisa dilakukan kok," tegas Gatot. 
"Tinggal bagaimana niat dari RIM sendiri. Dan dari pemerintah sebenarnya siap mendukung RIM jika mau bangun server BlackBerry di Indonesia," lanjutnya. 
Fakta yang berbicara kini adalah RIM telah menempatkan pabrik BlackBerry di Malaysia. Sementara server network aggregator kabarnya ada di negara tetangga kita satu lagi, Singapura. source
Indonesia agaknya menjadi pasar paling menjanjikan bagi telepon pintar Blackberry. Karena itulah produsen Blackberry, Research In Motion (RIM), bakal membuka 4 ribu outlet mulai tahun depan. "Termasuk toko unggulan, stores-in-stores serta kios-kios yang tersebar di seluruh wilayah," kata Direktur RIM Asia, Gregory Wade, di ajang Mobile World Congress, Rabu 29 Februari 2012 waktu setempat. 
RIM kini mengincar pasar negara berkembang setelah penjualan produk mereka di Amerika dan Eropa jeblok. Angka penjualan Blackberry di Amerika anjlok 45 persen menjadi US$ 1,03 miliar. Terakhir, harga sahamnya di bursa efek New York rontok 2,3 persen menjadi US$ 14,17. Pabrikan yang berbasis di Ontario Kanada itu harus mengakui keunggulan iPhone lansiran Apple Inc serta ponsel-ponsel pintar berbasis Android yang dirilis pabrikan Asia seperti Samsung, Nexian dan HTC. source
 Semoga masyarakat kita lebih mandiri dan bermartabat dalam memilih gadget. Salam sukses selalu.