Monday, January 10, 2011

Blackberry ditutup 17 Januari, Nasionalisme dan Gengsi

Hubungan RIM sebagai produsen Blackberry dan RI mulai dari awal kehadirannya sudah tidak harmonis, semenjak masuknya blackberry di Indonesia pada sekitar 2004 yang menuai sukses penjualan di Indonesia masih dipasok dari Singapura. Bahkan untuk melindungi konsumennya di Indonesia untuk memperoleh Hak Layanan Service Purna Jual, kominfo (Kementrian Komunikasi dan Informasi) harus mengancam untuk menutup Blackberry di Indonesia, karena untuk mendapatkan layanan Purna Jual, konsumen harus mengirim perangkatnya ke Singapura. Dan tampaknya untuk mendirikan kantor perwakilannya di Indonesia, RIM membutuhkan waktu 6 Tahun! tepatnya 9 November 2010, dan itupun masih belum berfungsi secara optimal.
Dan ketika layanan Blackberry bertabrakan dengan UU RI No 14/2008 Pasal 17 tentang Pencegahan Penyebaran Pornografi, lagi-lagi RIM diam seribu bahasa. Sehingga keluarlah ultimatum Kominfo sampai 17 Januari 2011.
Meski kebijakan Kominfo ini didukung oleh Operator Telekomunikasi Indonesia, tampaknya perlawanan malah muncul dari penggunanya, yang nota bene adalah pihak yang dilindungi oleh Pemerintah dalam memperoleh semua layanan yang diperlukan termasuk faktor keamanan dan kenyamanan data.
Tentu saja tidak perlu mempertanyakan nasionalisme rakyat Indonesia, hanya saja sebegitu rendahnya kita menempatkan diri, hak-hak konsumen, kesetaraan layanan yang harus kita peroleh untuk kita sendiri dibawah gengsi ?. Sehingga semua harus mengacu kepada Singapura ?.

Sunday, January 9, 2011

Facebook ditutup 15 Maret 2011

Mark Zuckerberg mengumumkan akan menutup Facebook di bulan maret tahun ini, karena merasa terlalu stress. "Facebook sudah diluar kontrol" kata Zuckerberg dalam konferensi pers di Kantornya Palo Alto, "dan stress dalam mengelola perusahaan ini telah mengganggu hidup saya. Saya ingin mengakhiri kegilaan ini", selanjutnya dia menjelaskan bahwa mulai 15 Maret, seluruh pengguna Facebook sudah tidak bisa mengakses akun mereka.
Avrath Humarthi, wakil presiden untuk Urusan Teknik di Facebook mengatakan "setelah 15 Maret semua website akan di shut down, jika masih ingin melihat gambar-gambar anda, Saya merekomendasikan agar segera diambil dari web, karena anda sudah tidak dapat mengambilnya lagi setelah Facebook ditutup."
Menurut Zuckerberg, keputusan untuk menutup Facebook sangat sulit, tapi dia tidak memperkirakan akan menimbulkan keresahan. "Secara pribadi saya menganggap ini bukan perkara besar, dan sejujurnya saya pikir ini lebih baik. Tanpa Facebook, orang-orang akan mulai keluar dan mencari teman riil. Itu adalah hal yang bagus".
Kalangan pebisnis banyak mengkritiknya karena meninggalkan bisnis trilyunan begitu saja, pada saat ini diperkirakan nilai Facebook berkisar 7.9 juta dolar.
"Saya tidak peduli soal uang, saya hanya ingin hidup saya yang dulu kembali lagi" kata Zuckerberg.
Jika anda masih memiliki album photo di Facebook, segera alihkan atau simpan di tempat lain, karena setelah 15 Maret 2011 semua data akan dihapus dari server Facebook secara permanen.
[sumber weeklyworldnews.com

Detik

Monday, January 3, 2011

Tarif Dasar Antar Operator Masih Mahal

Tarif interkoneksi antar operator yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2011 masih mahal, meski sudah ada penurunan. Biaya interkoneksi adalah biaya yang harus dibayarkan oleh suatu operator kepada operator lain yang menjadi tujuan panggilan, keuntungan dari penetapan ini adalah untuk menghindari dari sikap arogansi operator besar dengan jumlah pelanggan banyak terhadap operator lainnya dengan "JUAL MAHAL", yang mengakibatkan pelanggan operator lainnya akan tercekik jika menelpon ke operator yang jual mahal, meski biaya telepon sesama operator hancur-hancuran.
Kondisi ini berbalik dengan biaya interkoneksi untuk SMS yang menggunakan basis Sender Keeps All (SKA) yang berarti operator penerima SMS tidak mendapatkan apapun kecuali trafik dari pengirim pesan. Semua pendapatan diraup oleh operator pengirim pesan. Dengan basis SKA ini bisa dipastikan jaringan operator besar bisa kolaps jika dibombardir SMS dari operator lain jika menerapkan strategi SMS gratis ke semua operator.
Ketentuan yang tertuang dalam Siaran Pers No. 145/PIH/KOMINFO/12/2010 diantaranya menyebutkan tarif interkoneksi antar operator GSM adalah Rp251/menit untuk lokal dan Rp461/menit untuk interlokal. Rata-rata biaya interkoneksi Indonesia menjadi Rp331,5/menit yang diklaim dalam siaran pers tersebut masuk dalam kategori "murah" berbanding dengan beberapa negara pasifik sebagai berikut:
NomerNegaraBiaya
1.India21
2.Thailand49
3.Singapura60
4.Pakistan92
5.Malaysia235
6.Indonesia314
7.Swedia340
8.Philipina368
9.Polandia396
10.Austria524
11.Inggris552
Dari tabel diatas Indonesia berada pada peringkat ke 6 dari 11 negara acuan yang direlease dalam siaran pers tersebut.
Namun jika ditambahkan dengan data Pendapatan Perkapita Penduduk, Indonesia menduduki peringkat ke 10 lebih murah dari Philipina tapi lebih mahal dari pakistan yang pendapatan perkapita penduduknya hanya separo dari GDB Indonesia dan sangat jauh lebih murah India.
NomerNegaraBiayaGDB% dari GDB
1.Singapura6057.2380,104825
2.Thailand498.6430,566933
3.India213.2900,638298
4.Swedia34037.7750,900066
5.Austria52439.4541,328129
6.Inggris55235.0531,574758
7.Malaysia23514.6031,609258
8.Polandia39618.8372,102246
9.Pakistan922.7893,298673
10.Indonesia3144.3807,157534
11.Philipina3683.7259,879195
Tampaknya komunikasi murah masih menunggu lebih lama lagi.