Monday, December 6, 2010

Windows XP, Si Duri Dalam Daging

Akhir-akhir ini bisa menjadi waktu yang paling tidak nyaman untuk microsoft, setelah berturut-turut meluncurkan vista dan Windows 7 dan menghadapi kenyataan bahwa pengguna XP kurang berminat untuk upgrade. Dari release Operating System Market Share, didapati bahwa 57,88% masih memakai XP, 19,69% Windows 7, dan 12,62% Windows Vista. Bahkan jika pengguna keduanya digabung sekalipun tidak mampu mengalahkan XP!. Dengan demikian sudah 3 tahun sejak release pada 30 Januari 2007, Vista dipecundangi oleh XP.
Benar-benar kabar buruk, dan boleh jadi akan gamang untuk meluncurkan versi berikutnya karena harus berhadapan dengan produk sendiri, XP. Padahal untuk dapat terus mempertahankan
konsumsi publik (baca pemasukan) mestinya harus tetap ada release terbaru dan lebih laris dari versi sebelumnya.
Mereka harus segera mencari cara agar dapat memaksa pengguna XP untuk upgrade versi. Karena jika dirunut mulai versi pertama 3.1, 95, sampai Windows 2000/NT yang kemudian disusul dengan XP, tampak para pengguna secara sukarela mau upgrade versi untuk mendapatkan produk terbaru, tapi kenapa tidak untuk Vista dan Win 7 ?.
Per 13 Juli 2010, Microsoft menghentikan semua support untuk windows XP SP2. Artinya jika anda pengguna SP2, anda harus upgrade ke SP3 untuk tetap mendapatkan security support.
Sebagai penetrasi untuk membunuh XP lebih lanjut adalah pengumuman Microsoft bahwa IE9 tidak akan jalan di XP. Segera kita akan mendapatkan suguhan menarik pertarungan antara Microsoft dengan IE9 dan pengguna XP!. Mestinya jika Vista dan Win 7 lebih baik dari XP, semua orang akan sukarela berbondong-bondong antri untuk upgrade seperti yang sudah-sudah. Mereka harus merelease versi yang lebih baik atau tidak sama sekali.
Bagi pengguna linux, tentu ini adalah kenyataan yang aneh. Kenapa harus repot-repot mengikuti kemauan mereka, padahal dengan linux tinggal download/beli DVD yang gak lebih dari 30rb dan wuzzzz.